JERAMI PADI SEBAGAI PAKAN TERNAK
(( Kandungan-kandungan zat pakan dalam jerami padi inilah yang digertak kondisinya dengan enzim xilanase. Alhasil, kandungan seratnya menurun. Segangkan protein kasarnya meningkat, sehingga kandungan gizinya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. ))
Jerami padi biasa dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Terlebih bila musim kemarau menjerang. Sayangnya kandungan nutrisi dan kecernaannya rendah, apalagi bila dibandingkan dengan pakan hijauan. Hal ini lantaran tingginya kadar serat kasar sebagai penyusun dinding sel tanaman. Juga rendahnya kadar protein serat kasarnya.
Mengingat jerami padi mudah didapatkan sebagai alternatif pakan ternak, peternak acap mengupayakan perbaikan potensi pakan jerami padi ini. Ahli pakan ternak Mirni Lamid dari Departemen Peternakan FKH Unair Surabaya memberi jalan perbaikan ini dengan perlakuan biologi mengunakan enzim xilanase.
Kata Mirni Lamid, perlakuan biologi menggunakan enzim xilanase pada jerami padi itu selain ramah lingkungan juga mampu memperbaiki potensi pakan berserat. Proses kimianya adalah dengan mengubah struktur ligno selulosa dan lignohemiselulosa.
Sehingga, “Akan lebih memudahkan degradasi fraksi hemiselulosa pada jerami padi secara efisien dan optimal,” kata Mirni Lamid. Dari hasil penelitiannya, penambahan enzim xilanase dengan waktu inkubasi 2 hari dapat menurunkan kandungan serat dan meningkatkan kandungan protein kasar.
Manfaatnya, menurut Mirni Lamid, penggunaan enzim Xilanase dapat memberi respon positif dalam peningkatan kualitas jerami padi sebagai pakan ternak ruminansia tersebut. Mengapa bisa demikian, ahli pakan ternak itu menjelaskan semua berdasar penelitiannya.
Enzim Xilanase sebagaian besar dihasilkan oleh mikroorganisme seperti bakteri dan fungi. Kelompok enzim glikosil hidrolase mampu memecah ikatan glikosidik pada xilan dengan kecepatan lebih dari 10 pangkat 17 kali. “Oleh sebab itu, keberadaan enzim ini memegang peranan penting dalam mendegradasi limbah yang kaya hemiselulose,” kata Mirni Lamid.
Hemiselulose merupakan polisakarida struktural sel tanaman terbanyak kedua setelah selulose. Komponen hemiselulose terpenting dari sel tanaman adalah xilan tersebut. Xilan tersusun atas rantai polixilos membentuk heteropolisakadrida bercabang yang sulit didegradasi oleh mikroba rumen.
Dalam penelitian Mirni Lamid tersebut, ia melalui tahap-tahap esksplorasi enzim xilanase untuk mengetahui optimasi pH dan suhu. Kemudian uji potensi enzim xilanase dalam upaya meningkatkan kualitas jerami yang meliputi kandungan bahan kering, bahan organik, serat kasar dan protein kasar.
Kandungan-kandungan zat pakan dalam jerami padi inilah yang digertak kondisinya dengan enzim xilanase. Alhasil, kandungan seratnya menurun. Segangkan protein kasarnya meningkat, sehingga kandungan gizinya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. (YR)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Artikel-Artikel
-
▼
2009
(64)
-
▼
January
(63)
- BALI BEBAS RABIES TINGGAL KENANGAN
- SINAR X UNTUK KEDOKTERAN HEWAN
- KONGRES ILMIAH INTERNASIONAL BAGI DOKTER HEWAN
- SEMINAR UNTUK BERJAYANYA PETERNAKAN
- INDOLIVESTOCK TETAP BERJAYA
- PEMAIN BARU PUN BERJAYA DI AJANG INDOLIVESTOCK
- ASOHI, PT Gallus dan Infovet di Ajang Indolivestoc...
- PARA PEMERAN BISNIS SUKSES
- SISI INTERNAL SISKESWANAS DAN PERDAGANGAN BEBAS
- SEMINAR SPESIFIK PERUNGGASAN DALAM KRISIS GLOBAL
- JERAMI PADI SEBAGAI PAKAN TERNAK
- KIAT MEMILIH DAGING SEHAT DAN HALAL
- SOLUSI GIZI BURUK DAN KEMISKINAN ENERGI
- GUMBORO PADA AYAM BROILER MODERN
- Kemasan Diri
- ASOHI JATENG SYAWALAN
- Alltech Luncurkan Young Scientist Award 2008-2009
- SAATNYA REKONSTRUKSI KANDANG :OPEN ATAU CLOSE HOUS...
- PERBAIKAN TATA LAKSANAMencegah Kerugian di Farm da...
- MUNGKINKAH TERNAK GIZI BURUK?
- KIAT PETERNAK MENGAIS UNTUNG DI KANDANG
- PADA BROILER MODERN “FUNGSI PEMANAS = PRODUKTIVITA...
- DEFISIENSI VITAMIN A DAN E
- STRES PANAS JUGA TURUNKAN IMUNITAS
- SOLUSI PENGENDALIAN AI PADA BROILER
- PROYEK MONITOR AI UNTUK KEBIJAKAN TEPAT
- KABAR TERBARU :ASCITES (PULMONARY HIPERTENSION SYN...
- Praktisi Perunggasan dan AI di Indonesia
- Peran Sentral Pasar Unggas dalam Penyebaran AI
- 5 TAHUN AI DI INDONESIA OPTIMISME PERUNGGASAN HARU...
- MONITORING VARIAN VIRUS HPAI KITA
- MENGUAK TABIR AVIAN INFLUENZA
- EFEKTIFKAN BIAYA VAKSINASI
- AI dan Dunia Peternakan di Mata Mahasiswa Peternak...
- SULITNYA BETERNAK SAAT INI, APA SOLUSINYA?
- STRAIN VAKSIN GENETIK REVERSE UNTUK MASA DEPAN
- LALAT VEKTOR AI SEBUAH TELAAH UP DATE
- HARAPAN TERBENTANG PERUNGGASAN 2009
- DI MASA KRISIS:BERUNTUNGLAH PETERNAK!
- YANG HARUS DIKERJAKAN PETERNAK 2009
- Pemanasan Global dan Penyakit 2009
- Penelitian Kemitraan Broiler
- Leucocytozoonosis, dari Gejalanya sampai Penangana...
- KETIKA 500 PETERNAK PRIANGAN TIMUR MEMETAKAN DIRI
- AYAM BANGKAI KAPAN BERAKHIR ?
- 3 TAHAP PRODUKSI DAGING EFISIEN
- TIDAK ADA CERITANYA PETERNAK BROILER RUGI?
- CAMAR DI PETERNAKAN BROILER
- Waspada 3 Penyakit Utama Penyebab Turunnya Produks...
- SEJARAH SI GALLUS AYAM PETELUR
- Produksi Telur Turun, Perhatikan Kualitas Pakan da...
- Sumber Multivita Gandeng FKH IPB Update Info AI Te...
- ND, EDS, IB, Pakan, Kandang dan Penurunan Produksi...
- Produksi Telur Ayam Kampung di Sisi Ayam Ras
- Mempertimbangkan Vaksinasi Yang Banyak Sekali
- Ketika Virus ND dan EDS Diteliti Untuk Cari Virus ...
- Kenali Penyebab Turunnya Produksi Telur
- Jangan Lupakan Tubuh Ayam
- EDS dan Vaksin Lokal
- Diagnosalah Penurunan Produksi Telur
- AMATILAH SI TELUR AYAM
- 21 HARI AYAM BERTELUR
- MENERUSKAN CITA-CITA
-
▼
January
(63)
0 komentar:
Post a Comment